Tukang Taip

My photo
Kuala Lumpor, Malaysia
Perempuan kampung yang kasar dan panas baran. Tiada keayuan dan sedikit jakon. Sekian

29 March 2011

Renungkanlah.

Hampir seminggu jugak tak update blog,aku sibuk dengan kerja ditambah malas nak menaip.Tapi hari ni terdetik nak menaip perbualan aku dengan seorang kawan tak berapa lama dulu.




" Termenung je beberapa hari ini? "

" Takda apa, "

" Kenapa,ceritalah "

" Aku letih memikirkan, dunia hampir kiamat tapi seolah - olah tiada siapa peduli "

" Kenapa kau cakap macam tu ? "


" Semua orang sibuk membuka aib orang,sedang aib sendiri tidak terjaga.
Semua sibuk mencari harta dunia,sedang diakhirat dosa pahala saja diambil kira.
Si perempuan yang bangga menutup aurat sebenarnya tidaklah sesempurna mana, aurat sebenar tapak tangan dan muka, tapi yang di bangga mereka bentuk tubuh mengiurkan,alis kening dicantas,bibir rona merah menggoda para lelaki,wangian yang mampu menggegar iman "

Diam Seketika.


" Belum lagi ditambah dosa pada ibu dan bapa,satu perkataan terkeluar dari mulut yang boleh mengecilkan hati ibu,maka berdosa lah kita "

" Begitu juga yang punya isteri atau suami, para isteri yakin menjaga maruah suami tapi sebenarnya banyak keaiban suami dibongkarkan,begitu juga para suami, mencurangi isteri yang setia menanti dipintu rumah. Dalam diam ada dua. Apa nak jadi? "


" Warga gay makin diterima oleh masyarakat, begitu juga maksiat semakin menjadi-jadi.
ditambah pula pembuangan bayi tak berdosa. "


" Tiada kesedarankah kita? "



Aku pun kadang-kadang memikirkan jugak apa yang kawan aku utarakan ni, tapi bak kata orang iman senipis kulit bawang memang mudah melakukan perkara berdosa,walaupun kita tahu benda itu adalah berdosa. Sebabnya kita tak merasa lagi azab yang dijanjikan Allah atas perkara-perkara yang kita buat. Belum rasa lagi sejauh mana pedihnya. Sebab tu semua berlumba-lumba mengumpul dosa dari mengejar pahala. Aku pun tak ketinggalan. Sampai bilakah akan begini?




1 comment:

Nuraslan said...

smp tersedar bila ingin berubah